Langsung ke konten utama

Puisi Sedih Bagian Ke Dua dari Nomor 6 - 10

Puisi Sedih Bagian Ke Dua dari Nomor 6 - 10 - Ini adalah halaman kedua dari potongan artikel halaman pertama yang berisi beberapa puisi sedih dengan judul bulan terbelah, pergi, tuhan, hanya sebatas ilusi, sisi topeng, silahkan disimak :
Artikel Utama : 15 Puisi Sedih Tentang Penantian Kekasih yang Selalu Dihati

6. Puisi Sedih dengan Judul Bulan Terbelah

Langit tampak kusam
Angin cemas menanti hujan
Cahaya bulan mulai bersinar di bumi
Dalam ribuan bintang,


Anda bersinar terang di sana
Anda berbagi segalanya
Abad ke-1000 telah hilang
Ribuan suka dukamu

Lemparkan jiwaku
Cinta sayang
Perpecahan itu
Di antara ribuan orang
Anda mendukungnya


Cahaya lampu yang tersisa
Kau berhasil
Sampai menjadi
Cahayanya sangat terang

Ketika bulan terpecah selamanya
Oleh matahari dan siang hari
Demi bulan saat ditemani
Kekal ada di sana

7. Puisi Sedih dengan Judul Pergi

Bintang itu sekarang telah hilang
Saat Anda pergi
Tidak sekarang menunggu
Berharap kau Kembali

Senja kini telah tiba
Saat Anda berjalan
Fajar kini telah menanti
Berharap engkau kembali


Nisan menjadi kenangan
Seolah enggan melupakannya
Jalan Anda sekarang berbeda
Anda sekarang bersama-Nya

Tetap tersenyum
Seperti ketika kamu diliputi oleh cinta
Doa saya akan menerangi Anda
Ketika kamu berjalan

8. Puisi Sedih dengan Judul Tuhan

Tidak sakit, saya takut
Tidak kecewa karena saya tidak setuju
Saya hanya takut berharap

Allah.
Anda sebaik harapan
Tapi kelemahan jiwaku
Kebodohan hatiku


Lalai
Sifat saya sebagai manusia

Allah
Renyah macam apa kamu akan menghancurkan hatiku?
Anda adalah pemiliknya
Seberapa lembut Anda membuatnya
Anda adalah pemiliknya


Allah.
Aku tidak marah denganmu
Karena saya milik Anda

9. Puisi Sedih dengan Judul Hanya Sebatas Ilusi

Terlahir ke dunia hanyalah sebuah jalan keluar
Keinginan bangun keduanya ingin bebas
Masa lalu terluka besok
Tangisan biru meneriakkan isak tangis


Langit malam menyaksikan bisu kehancuran kekuasaan
Hati biru menginginkan cinta putih
Lambat menyerang jantung yang membeku
Cinta putih memercikkan api keinginan

Antara hati dan pikiran tidak peduli satu sama lain
Runtuh sudah biru, terjerat keindahan hidup
Kehidupan manis seperti mandi madu


Hidup pahit seperti bermandikan darah
Berhenti persyaratan keteguhan
Langkah lamban pada kondisi penderitaan
Senyum keinginan yang tak terhentikan yang tidak tahu arah

Lampion bertebaran, merah muda yang indah
Api menyala dengan harapan
Genangan mengayunkan wajah dandelion
Lambat tetapi penuh penekanan
Rahang yang rupawan kuat.


Kiri berjalan dengan bangga
Warna biru mengilhami ilusi
Dejavu menelan tempat hidupnya
Sempit terasa luas dalam bayang-bayang
Kelopak tidak perlu mahkota lagi

Suara nafas menghantam angin
Sesak hati mengabaikan rasa sakit ulu
Air kristal terkikis
Dalam arti kehidupan lampau
Senyum putih melewati kepalanya terkubur

10. Puisi Sedih dengan Judul Sisi Topeng

Haruskah saya melihat semuanya?
Atau harus seserius bagaimana saya menilai?
Rasa sakit saya tumbuh
Dengan ancaman tajam dari ujung lemah tongkat

Apa yang harus dilakukan?
Lihatlah sekeliling.
Terkadang senang terkadang menangis
Terkadang berbunga terkadang layu.


Terkadang cerah terkadang suram
Suram dalam kebingungan
Merenungkan diam-diam dalam mendesah mendesah tanpa akhir
Hanya ada rasa sakit

Tapi apa pun
Saya tidak mengerti apa yang saya lakukan
Itu baru datang
Kalau saja saya sekuat baja


Saya akan mengubah segalanya
Tetapi apakah itu kekuatan atau depresi.
Indera yang hilang
Ambil jalan pemandu yang tidak tahu ke mana harus pergi
Terus jalan saja
Sampai kilat datang

Apakah saya diam?
Tidak!
Tetapi apa yang harus dilakukan?
Apakah saya harus mencari jalan keluar?
Tapi bagaimana caranya


Apakah saya harus memberi tahu pesan itu.
Tetapi dengan siapa.
Apakah saya menunggu waktu yang tepat?

Tapi ketika?
Apakah saya harus melihat situasi yang baik
Tetapi dimana?
Saya hanya tersesat
Mengapa?


Kenapa aku tidak seperti orang-orang di sana
Tertawa tidak tahu situasi, waktu, penyebab, seseorang, dan sekitarnya!
Kebahagiaan mereka mengalir

Air mataku menjadi liar
Tajam terluka
Kejam itu sakit
Kali ini semuanya berakhir.
Artikel Selanjutnya : Puisi Sedih Bagian Ke Tiga dari Nomor 11 - 15

Postingan populer dari blog ini

Kode Undangan GoTube Terbaru 2026

Halo, teman-teman! Selamat datang kembali di blog Bu Guru Zivana ! 🌸 Hari ini Bu Guru mau bahas topik yang lagi banyak dicari, yaitu kode undangan GoTube terbaru 2026 ! Banyak banget yang nanya ke Bu Guru soal ini, jadi yuk kita bahas bareng-bareng — sambil tetap belajar hal bermanfaat seperti biasa ya! 📖 Apa Itu GoTube? Sebelum kita masuk ke kode undangannya, Bu Guru mau pastikan dulu teman-teman paham apa itu GoTube . GoTube adalah platform berbagi video dan konten digital yang memungkinkan penggunanya untuk: 🎬 Mengunggah dan menonton video 💰 Menghasilkan uang dari konten yang dibuat 📱 Berinteraksi dengan kreator favorit 🤝 Mengajak teman bergabung melalui kode referral atau kode undangan 💡 Pelajaran Bu Guru: Platform seperti GoTube adalah contoh nyata ekonomi digital yang sedang berkembang pesat. Siapa pun bisa menjadi kreator dan menghasilkan pendapatan dari konten yang dibuat dengan serius dan konsisten! 📚 Pelajaran 1: Apa Itu Kode Undangan (Referral Code)? Nah, sebel...

Puisi Cinta Bagian Ke Tiga dari Nomor 11 - 15

Puisi Cinta Bagian Ke Tiga dari Nomor 11 - 15 - Ini adalah halaman ketiga dari potongan artikel halaman pertama yang berisi beberapa puisi cinta dengan judul kamu, cinta hati, lautan cinta, melukis cinta, dan bidadari tak bersayap, silahkan disimak : Artikel Utama : 15 Puisi Cinta Tentang Setia, Rindu, Senyum dan Belahan Jiwa  11. Puisi Cinta Berjudul Kamu Matamu seperti cahaya hatiku, Selalu terpancar indah di depanku, Menari di mataku, Berkembang di sekitarku, Langkah Anda seperti penguatan batin saya, Muncul senyum yang sangat cerah, Menyanyikan ritme yang penuh cinta, Memperkuat saya setiap hari, Aku hanya ingin kamu tahu, Anda sangat berarti bagiKU, Cobalah untuk melihat dan menyapaku, Hiduplah hari yang menyenangkan. 12. Puisi Cinta Berjudul Cinta Hati Jika kamu adalah cinta sejatiku Saya menempatkan jiwa saya ke abadia saya Rasa hati yang tidak diketahui orang lain Hanya ini yang tahu ini ,, Jiwa itu hampa dan dibelenggu Hika kamu tidak ada ...

Tentang Penulis Puisi Jepara

Kami sebagai penulis puisi jepara ingin mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk pengunjung yang setia menuangkan sedikit waktunya untuk hanya mengunjungi blog yang sederhana ini. Blog ini muncul karena inspirasi teman-teman yang mempunyai ide untuk menuangkan tulisan dalam bentuk puisi dan bingung untuk menuangkannya dimana, karena kebanyakan pada suka menulis puisi, jadi tidak ada salahnya jika kami membuat blog ini sebagai wadah untuk mempublikasikan karya kami di dunia internet. Memang banyak sekali puisi yang telah bertebaran diinternet dari karya orang-orang, namun untuk yang ada di blog ini adalah murni hasil karya kami yang telah berhasil kami ciptakan untuk dapat dinikmati bersama, memang ada sejumlah puisi yang akan kami tuliskan pengarangnya sehingga anda pembaca akan tau siapa sih yang membuat puisi yang indah dan menarik ini. Itulah sedikit prolog dari tulisan ini, semoga anda semua dapat menghargai karya orang lain.